Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Saturday, 17 September 2016



Macam-Macam Majas dan Contohnya
 
Sudah tahu belum apa itu Majas ? Kalau belum tahu mari kita bahas bersama Macam-Macam Majas dan Contohnya. Buat adik-adik yang mencari pengertian maajas dan contohnya, yuk dibaca dan disimak ya.. biar nilai tetang materi majasnya dapet seratus. Semangat belajar untuk memahami majas ya.
Majas adalah Gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.

Macam-Macam Majas dan Contohnya :
1)      Majas Metafora adalah Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru.

Contoh : Raja siang, kambing hitam,
Kalau baju hitam dan baju merah itu bukan contoh dari metafora ya!

2)      Majas Alegori adalah Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh.

Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Kalau cowok jadi kumbang, madunya itu si gadis! Bisa jadi

3)      Majas Personifikasi adalah Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup.

Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk,
Dan tentunya pena bergoyang dan kertas tegeletak damai.

4)      Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) adalah Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.

Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk, seperti mencari jarum di padang pasir susah banget ya? Apalagi kalau mencari mutiara di gurun panas banget deh!

5)      Majas Antilesis adalah Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan.
Contoh : Air susu dibalas air tuba, kalau air kopi di balas dengan air putih gimana?

6)      Majas Hiperbola adalah Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan.
Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan. Kalau asap kebakaran menjulang kelangit dan menyelimuti bumi gimana?

7)      Majas Ironi adalah Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus.
Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca. Tempat tidurmu speerti kapal pecah, itu juga ironi!

8)      Majas Litotes adalah Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati.

Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah ), makulm saja saya hanya buruh tani! (padahal pemilik 2 hektar kebun, awa luar biasa!

9)      Majas Sinisme adalah Majas yang menyatakan sindiran secara langsung.

Contoh : Perilakumu membuatku kesal, jangan dilakukan kalau kamu tidak ingin saya marahi!

10)  Majas Oksimoron adalah Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.
Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis. Kalau madu ditangan kananmu dan gula ditangan kirimu itu bukan oksimoron!

11)  Majas Metonimia adalah Majas yang memakai merek suatu barang.
Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang, ya one heart itu udah bisa dipahami kalau itu merek Honda!

12)  Majas Alusio adalah Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum.
Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Cari yang lain ya untuk contohnya!

13)  Majas Eufemisme adalah Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan.
Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan, ada tunarungu, tunawisma dan banyak yang lainya!

14)  Majas Elipsis adalah Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat.
Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi ), ya bagian dari struktur kalimat ada yang dhilangka tapi jangan dihilangkan semuanya, baik S,P,O,K!

15)  Majas Inversi adalah Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat.
Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia

16)  Majas Pleonasme adalah Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata.
Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan, perlu pemahaman yan lebih untuk mengerti tentang pleonase3.

17)  Majas Antiklimaks adalah Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun.
Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa, disebutin semuanya ya!

18)  Majas Klimaks adalah Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat.
Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek, jadi intinya dari bawah ke atas.

19)  Majas Retoris adalah Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui.
Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?, ngapain bertanya kalau enggak untuk dijawab, tapi memang perlu bertanya karena untuk diri sendiri dan setiap pertanyaan memang disemuanya harus dijawab.

20)  Majas Aliterasi adalah Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama.
Contoh : Inikah Indahnya Impian ?, puitis sekali deh!

21)  Majas Antanaklasis adalah Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda.
Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah. Ya, buat kalimat ang lainnya ya!

22)  Majas Repetisi adalah Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan.
Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku

23)  Majas Paralelisme adalah Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda.
Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu

24)  Majas Kiasmus adalah Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse.
Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya.

25)  Majas Simbolik adalah Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain.
Contoh : Dia menjadi lintah darat

26)  Majas Antonomasia adalah Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya.
Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo

27)  Majas Tautologi adalah Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti.
Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya

Nah, untuk contoh dan pengertian bleh di copas, kalau tidak faham silahkan bertanya pada guru masing-masing ya, biar tidak salah faham repot deh nantinya!

Macam-Macam Majas dan Contohnya!

Wednesday, 6 June 2012

  TRAGEDI WINKA & SIHKA

Oleh :
Sutardji Calzoum Bachri


 
             kawin
                     kawin
                              kawin
                                      kawin
                                                    kawin
                                              ka
                                          win
                                       ka
                                  win
                              ka
                          win
                      ka
                win
            ka
                winka
                        winka
                                winka
                                        sihka
                                                sihka
                                                        sihka
                                                                sih
                                                            ka
                                                        sih
                                                    ka
                                                sih
                                            ka
                                        sih
                                    ka
                                sih
                            ka
                                sih
                                    sih
                                        sih
                                            sih
                                                sih
                                                    sih
                                                        ka
                                                            Ku
        Memahami Puisi, 1995
        Mursal Esten



Ketika Saya memberikan materi tentang puisi, yakni puisi Sutardji C. Basri, tiba-tiba peserta didikku tertawa.
Saya: "Apa yang ditertawakan?"
Siswa: "Lucu pak, kalaw dari bait-bait itu dibaca cepat".
dan siswa lain ikut tertawa.

Puisi tersebut di atas karya Sutardji memang mengagumkan. Betapa tidak,  secara normal seseorang mengartikan bahwa puisi tersebut tidak bermakna. tipografi yang ditampilkan Sutardji tidak seperti biasanya. tidak mengikat seperti puisi dahulu yang terikat oleh baris, bersajak abab, dll.Namun di sisi seorang pengunyah puisi, puisi dari Sutardji makanan yang nikmat untuk rohani.
Betapa tidak, pesan yang disampaikan Sutardji begitu dalam untuk semua orang yang sudah berumah tangga. Dari puisi Tragedi Sihka dan Winka yang menghadirkan kata kasih dan "kawin", satu hal yang dapat kita petik adalah rasa kasih sayang ternyata mampu mengikat berbagai budaya dalam tali perkawinan. Seyogyanya rasa kasih itu patut dijaga agar tidak perlu timbul berbagai tragedi dan jalan kehidupan yang berkelok-kelok dan melelahkan. 
Tragedi yang sebenar-benarnya dalam kehidupan kita adalah hampir hilangnya rasa kasih dalam setiap sendi kehidupan. Hal ini tidak dapat kita pungkiri dan kian hari keadaan ini kian nyata. Tentu dapat kita bayangkan akan berapa banyak lagi tragedi yang akan terjadi setelah terkikisnya kasih di antara sesama manusia. Sepatutnya kita berusaha menjaga kasih itu agar tidak perlu patah, atau berubah menjadi benci. Kasih sayang bukanlah penyebab utama adanya perkawinan. Namun, tanpa adanya kasih sayang tidak akan ada perkawinan yang indah.
Dari puisi ini kita dapat memaknai kasih dan kawin dari sudut pandang yang lain, serta mengenali sebuah tragedi lebih dekat. Dengan membudayakan kasih sayang sesama manusia, tidak hanya perkawinan yang akan terselamatkan, tetapi juga turut mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Baik sebagai makhluk sosial, maupun sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dikaruniai akal budi.








Makna Puisi Tragedi Winka dan Sikha

Friday, 1 June 2012

Cinta

Sunggingan senyum di sudut bibirmu
Menusuk diriku
Hingga jatuh ke dalam sumur tanpa dasar
Tenggelam di tengah lautan
Cahaya cintamu yang menembus langit hitam ditebali jelaga
Membuat aku pengecut
Saat rembesan air mata
Jatuh ke kelopak mata

Puisi

Wednesday, 9 May 2012

PROLOG

Jika semua telah ada
Perlahan dan pastikan aku menuju kota harapan
Impian

Tengadah tangan berdoa,
"Tuhan...
Setiap langkahku menuju jalan-Mu
Harapanku adalah arah mana yang menjadi baikku
Merasakan sejuknya embun yang kau turunkan
Lewat manusia yang ku cinta.
Tuhan...
Jadikan ia sebagai seorang yang menjadikan imanku tebal
Laksana rumput yang tahan diterpa topan
Karena-Mu yakin adalah jalanku"

disela-sela luangku, ku sibukkan dengan ingat kepada-Mu.

Tuhan...
Jadikan ia nyata bagiku.

4 tahun lalu

Prolog

Tuesday, 3 April 2012

 Resensi Novel Sang Pencerah


1. IDENTITAS BUKU
Judul buku : Sang Pencerah
Jenis buku : Fiksi
Penulis : Akmal Nasery Basral
Penerbit : Mizan
Tahun terbit : Agustus 2010
Jumlah Halaman :
2. SINOPSIS
Muhammad Darwis adalah seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan kasultanan Yogyakarta, orang tuanya berlatar belakang ulama. Sejak kecil Darwis memang terlihat Kritis, dan mengkritisi tradisi yang beranak pinak di daerahnya. Sepulangnya ia menuntut Ilmu di Mekkah, Darwis mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan.
Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat. Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat sehingga surau Ahmad Dahlan diroboh paksakan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai "Kejawen" hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah dan lima murid murid setianya : Sudja, Sangidu, Fahrudin, Hisyam, dan Dirjo. Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
3. KESIMPULAN
Novel ini mengajak kita untuk mengenal lebih dalam pembentuk organisasi Muhammadiyah. Novel ini baik dibaca siapa saja. Dewasa, remaja, anak-anak maupun orang tua sekalipun. Dalam novel ini kita akan diajak merenung, menjelajahi islam yang sebenarnya yang sesuai syariat Ilsam.
Namun pada sisi laian pada gaya penulisan novel tersebut kurang mempertegas di mana latar itu terjadi.

Resensi Novel Sang Pencerah

 
KELAS KATA © 2015 - Designed by Templateism.com | Distributed By Blogger Templates